Home / BERITA | KAMPUS / Seminar Intelektual Kampus: STAIN Bengkalis dan UIN Walisongo Semarang Jalin Kerjasama

Seminar Intelektual Kampus: STAIN Bengkalis dan UIN Walisongo Semarang Jalin Kerjasama

Bengkalis – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) STAIN Bengkalis Menyelenggarakan Seminar Intelektual dengan mengangkat tema “Membongkar Islam Transnasional” Seminar ini menghadirkan Guru Besar, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag, Acara digelar di Aula Al-Faraby STAIN Bengkalis, Rabu, (27-12-2017)
Turut hadir pada kegiatan seminar ini yakni Wakil Ketua , Kajur, Sekjur, Kaprodi, Sekprodi, Dosen, Dema, HMJ dan Mahasiswa Kampus Melayu STAIN Bengkalis serta undangan lainnya.

Seminar dibuka langsung oleh Ketua STAIN Bengkalis Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M.Ag. Pada sambutannya beliau menyampaikan pentingnya seminarnya digelar karena diera sekarang ini semakin maraknya gerakan gerakan yang mengarah menghancurkan NKRI, Mahasiswa, pemuda salah satu sasaran utama transnasional.
“Saat ini marak propaganda ideologi transnasional, baik yang bersumber dari paham individualisme, liberalisme maupun fundamentalisme agama, Jika Ideologi transnasional ini dibiarkan berkembang, maka keutuhan NKRI akan terancam” ujar Samsul

Dalam seminar Narasumber Prof. Dr. H. Muhibin, M.Ag Rektor UIN Walisongo Semarang membedah ideology transnasional yang dianggap membahayakan Negara, narasumber juga melarang paham anti Pancasila dan NKRI di kampusnya (UIN Walisongo Semarang).

“Melihat dinamika sosial-politik yang terjadi akhir-akhir ini, mulai marak ideologi transnasional anti NKRI dan anti Pancasila yang masuk di perguruan tinggi,” paparan Guru Besar UIN Walisongo Semarang ini.

Dengan adanya perkembangan itu, rektor UIN Walisongo semarang ini, mengimbau kepada segenap civitas akademika untuk melakukan pembinaan secara rutin bagi dosen, pegawai dan mahasiswa agara tetap setia serta teguh menjaga NKRI dalam kebhinekaan dan menjunjung tinggi tridharma perguruan tinggi.
“Berbagai macam ideologi yang tumbuh subur di Indonesia ini tak lepas dari perbedaan cara pandang masing-masing individu. Sejarah panjang bangsa menjadi i’tibar penting sebagai bagian refleksi membangun Indonesia ke depan. Kebebasan yang terbuka selebar-lebarnya selain itu, dibutuhkan pula formula untuk membangun Indonesia ini. Islam di Indonesia ini merupakan Islam yang ramah dan santun. Dengan cara memperbanyak aktor-aktor yang memiliki jiwa nasionalisme terhadap bangsa ini.

Pada kesempatan ini juga dilakukan Penandatanganan MoU dan MoA antara Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis dan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

About Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *