Home / BERITA | KAMPUS / Prodi Ekonomi Syari’ah STAIN Bengkalis Taja Seminar Kewirausahaan dan Kerajinan Tangan

Prodi Ekonomi Syari’ah STAIN Bengkalis Taja Seminar Kewirausahaan dan Kerajinan Tangan

Bengkalis – Dalam menjalankan usaha, membutuhkan ilmu mengenai kewirausahaan. Mahasiswa memerlukan saran dan masukan dari para pengusaha  agar bisnis yang mereka jalankan dapat berkembang dengan baik, dengan mengangkat tema “mengembangkan kreatifitas enterprenuer mahasiswa STAIN Bengkalis menuju ekonomi kreatif”

Program Studi (prodi) Ekonomi Syari’ah STAIN Bengkalis mengelar seminar kewirausahaan dan kerajinan tangan. Rabu (12/4), dengan mendatangkan tiga narasumber yang terbaik diantaranya, Kamaruzzaman, SE, ME (ketua enterprenuer Provinsi Riau), Marilivina, M.Pd, (dinas parawisata Kabupaten Bengkalis) dan Sri Mulaksi (pemilik gallery kerajinan tangan Kabupaten Bengkalis)

Ketua panitia pelaksana Sri Wahyuningsih mengatakan menanamkan jiwa kewirausahaan dan kerajinan tangan di kalangan generasi muda itu harus, karena mereka yang nantinya menjadi para pengusaha yang dapat menggairahkan perekonomian nasional.

“penanaman jiwa kewirausahaan pada generasi muda perlu ditingkatkan. Sebab, jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif sedikit bila dibandingkan negara Malaysia dan Singapura” kata Sri Wahyuningsih.

Wanita yang akrab disapa Ayu ini mengharapkan dari seminar ini mahasiswa dapat menambah wawasan dan bisa menerapkan nantinya. “Semoga output dari seminar ini dapat membuat mahasiswa menjadi lebih berkembang baik untuk bisnis, sehingga dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Ketua STAIN Bengkalis Prof.Dr.H. Samsul Nizar, M.Ag, melalui Wakil Ketua II Muhajir Darwis, M.Pd.I, dalam sambutannya dan sekaligus membuka secara resmi seminar tersebut,  berharap  mahasiswa juga bisa memanfaatkan momen ini sebaik mungkin dengan mengaplikasikan ilmu yang dimiliknya diperkuliahan dan menerapkannya kepada masyarakat nantinya.

“Dengan ini diharapkan akan menumbuhkan sikap empati dan kepekaan mahasiswa terhadap segala permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ini bisa menjadi bekal bagi mahasiswa setelah lulus nanti, lebih siap ketika harus terjun masyarakat” ujarnya.

Muhajir juga menambahkan Kunci sukses dalam hidup manusia hanya didasari pada lima hal yang harus di terapkan

“Pertama, knowledge, yaitu ilmu pengetahuan yang dimulai dari perguruan tinggi. Kedua, skill, sebagai penunjang knowledge, seperti bisa berbahasa asing dan harus kreatif. Sehingga memudahkan menangkap opportunity (kesempatan). Itu akan mencapai in come (pendapatan), dari pendapatan akan memperoleh investasi. Ketiga, menciptakan peluang. Keempat, menjalin silaturahmi sebagai bagian dari koneksi, dan terakhir sikap perilaku. Bagian terakhir ini, maksudnya jangan gampang menyerah. Gagal itu perlu untuk mendapat pengalaman,” pesan Muhajir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *